Mengenal Leluhur (1)
Rezal Prihatin
Mengenal leluhur adalah salah
satu jalan keluar ketika kita sedang berada dalam kebingungan. Hal ini didukung
dengan banyaknya kisah sejarah dalam Al-Quran. Padahal Al-Quran diturunkan pada
zaman Rasulullah, namun banyak kisah-kisah nabi terdahulu yang dijelaskan didalamnya.
Salah satu hikmahnya adalah untuk memotivasi kaum muslimin, sekaligus menambah
cara pandang muslimin dalam menghadapi suatu masalah. Di al-Quran tersebar banyak
sekali kisah nabi Musa yang memang sangat heroik ketika berhadapan dengan
Firaun. Yang Rasulullah sampaikan kepada para sahabat agar memiliki semangat
berdakwah menyampaikan islam layaknya nabi Musa. Pada al-Quran dikisahkan juga
bagaimana seorang adam diajari oleh Allah tentang seluruh benda-benda di
sekitarnya. Yang bisa diambil hikmah bahwa memang sudah selayaknya kita
mengawali segala hal dengan mempelajarinya terlebih dahulu. Juga banyak kisah-kisah
lain di dalam al-Quran, hingga ada salah satu surah al-Quran yang bernama al-Qasas (Kisah-kisah)
Begitu
pula kehidupan kita saat ini. Kita harus senantiasa mempelajari kisah leluhur. Terlabih
ketika kita merasa kebingungan dan merasa ingin menyerah. Sejarah dakwah di
Indonesia ini sudah berumur ratusan tahun. Dimulai sejak berkirim suratnya Raja
kerajaan Sriwijaya dengan salah satu khalifah di jazirah arab ketika itu Umar
bin Abdul Aziz, yang juga dilanjutkan dengan kerjasama dalam bidang
perdagangan. Itu terjadi setidaknya pada abad 7 masehi, seperti yang disampaikan
oleh Ustadz Salim A. Fillah. Hingga saat ini abad ke 21 masehi. Berarti sudah
berjalan hampir 14 abad. Ketika kita mengalami kebingungan dan berada pada
ujung masa hampir menyerah dalam berdakwah, boleh lah kita membaca, atau
setidaknya mendengarkan kisah-kisah bagaimana perjuangan dai-dai di indonesia
pada zaman dahulu. Bagaimana Sunan Kalijaga menjadi dai tanpa memiliki pondok
pesantren layaknya tokoh walisongo yang lain. Bagaimana Maulana Malik Ibrahim
(Sunan Gresik) datang dengan ilmu pengairannya yang kemudian diajarkan kepada
penduduk jawa. Hingga yang lebih dekat bagaimana perjuangan seorang KH. Hasyim
Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama hingga membuat resolusi jihad 22 Oktober. Begitu
banyak kisah heroik yang sebenarnya serupa kisahnya dengan perjuangan kita saat
ini. Dari kisah-kisah itulah kita bisa mengambil semangat, dan inspirasi untuk
kembali bergerak maju.
Dalam
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Sunan Kalijaga ini misalnya. Setidaknya kemarin
pada november 2021 kita sudah melaksanakan Muktamar ke 11. Yang berarti
minimal, lembaga ini sudah berdiri 11 tahun. Meskipun sebelum itu lembaga
dakwah ini juga pernah ada namun dalam bentuk yang berbeda. Ketika kita merasa
kebingungan tentang masalah yang sedang terjadi saat ini, kita memiliki para
pendahulu yang telah dulu mengalami masalah yang hampir sama dengan yang kita
alami saat ini. Ketika kita merasa membutuhkan inspirasi, kita bisa menoleh
kebelakang, mendengarkan kisah dari para pendahulu. Hal ini terbukti setalah
saya pribadi menemui beberapa alumni untuk mendapatkan insight baru dalam perjalanan dakwah ini. Semakin banyak kita
mempelajari sejarah dakwah lembaga ini, insyaAllah
semakin banyak pula variasi inspirasi yang bisa kita terapkan dalam perjalanan
dakwah ini kedepannya. Mari mengenal leluhur.
Komentar
Posting Komentar